Situs Akan di Alihkan ke BLOG.TAMORANEWS.COM, Space Iklan Murah Email to : admin[at]tamoranews.com or 235FD217.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memastikan pelaksanaan Ujian Nasional tingkat sekolah menengah pertama (SMP) tidak akan terlambat, seperti UN tingkat SMA. UN SMP akan digelar pada 22-25 April 2013.

Staf Khusus Bidang Media dan Komunikasi Kementerian Pendidikan, Sukemi mengungkapkan, PT Ghalia Indonesia Printing yang semula mencetak naskah soal UN SMP di 11 provinsi, hanya akan menangani Bali saja. Sementara naskah soal untuk 10 provinsi lainnya akan diserahkan ke 3 perusahaan lain yang juga memenangi tender dalam proyek tersebut.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Kemendikbud menuding PT Ghalia sebagai pihak yang bersalah dalam kekacauan distribusi naskah soal UN tingkat SMA. Perusahaan itu gagal mencetak soal UN untuk sekolah setingkat SMA untuk 11 provinsi, sesuai tenggat waktu.

Sukemi menambahkan, soal-soal ujian SMP yang akan digunakan pada hari Senin dan Selasa--22 dan 23 April 2013--sudah berada di setiap provinsi, saat ini. Sehingga, pada hari Minggu 21 April soal-soal ujian itu sudah bisa didistribusikan ke masing-masing Kabupaten/Kota.

"Kemudian, pada hari yang sama, soal akan didistribusikan lagi ke sekolah-sekolah," ujar dia.

Sementara, naskah soal UN untuk hari Rabu dan Kamis--24 dan 25 April 2013--akan didistribusikan ke provinsi pada hari Minggu. "Yang penting, pada pelaksanaan UN soal sudah ada pada saat ujian," ujar dia.

Pada pelaksaan Ujian Nasional tingkat SMA, 11 Provinsi harus mengundur jadwal ujian. Sebab, distribusi soal ujian terhambat setelah PT Ghalia Indonesia Printing mengaku kewalahan mencetak naskah soal tepat waktu.

Kemendikbud ternyata belum menuntaskan distribusi naskah Ujian Nasional (UN) tingkat SMP yang digelar pada 22-25 April. Naskah UN SMP untuk hari Selasa (23/4), Rabu dan Kamis akan dikirim pada hari berikutnya.

"Di beberapa povinsi untuk (UN SMP) hari Senin dan Selasa sudah sampai naskahnya di provinsi. Untuk soal hari Rabu dan Kamis, itu akan dikirim pada hari Minggu dan Senin (21-22 April)," ujar Staf Ahli Mendikbud bidang komunikasi publik, Sukemi, di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (20/4).

Padahal sesuai peraturan, naskah soal dan lembar jawaban UN harus sudah berada di provinsi paling lambat H-6. Namun, Sukemi sesumbar pelaksanaan UN SMP pada 22-25 April itu akan berjalan sesuai rencana. Pihaknya sudah menangani percetakan yang bermasalah.

"Untuk ujian SMP yang akan dimulai 22 April itu akan sesuai jadwal, karena upaya-upaya perbaikan pencetakan soal di penerbit yang untuk SMA bermasalah sudah kita alihkan ke percetakan-percetakan yang lebih baik," kata dia.

Sukemi mengatakan jika nantinya terjadi keterlambatan, mohon masyarakat khususnya siswa untuk tidak khawatir. Sebab, masih ada ujian susulan dan soal-soalnya berbeda.

"Kalaupun berubah sesuai rencana, mohon tidak khawatir. Ada ujian utama dan ujian susulan. Kalau terlambat nanti ada ujian susulan, dipastikan soalnya berbeda dari ujian utama," ujar Sukemi.

Sukemi menambahkan, seluruh naskah UN SMP yang dikerjakan percetakan lain selain PT Ghalia sudah didistribusikan 100 persen. Meskipun naskah soal untuk dua mata pelajaran terakhir baru akan dikirim pada hari Minggu dan Senin.

"Yang penting pada pelaksanaannya soal sudah ada pada saat ujian. Jadi kita kawal benar pelaksanaan UN SMP, Insya Allah sesuai jadwal," tegasnya.

Hujan mengguyur Jakarta sejak Rabu (17/4) malam hingga Kamis sore ini, menimbulkan banyak genangan di Jakarta. Di Jakarta Timur misalnya, setidaknya ada empat ruas jalan yang tergenang air dan tak bisa dilewati.

Kasat Lantas Wilayah Jakarta Timur, Ajun Komisaris Besar Soepoyo membenarkan adanya genangan cukup parah di sejumlah ruas jalan tersebut. Dia mengatakan empat titik ruas jalan yang tergenang berada di Jalan I Gusti Ngurah Rai, Jalan Otista Raya, Dewi Sartika, Jalan Mayjen Sutoyo, dan Jalan DI Panjaitan.

"Genangan terparah terjadi di ruas Jalan DI Panjaitan arah Tanjung Priok menuju UKI, pas di terowongan Halim lama, maupun sebaliknya. Kawasan tersebut memang sering tergenang, tapi kali ini sepertinya genangan air lebih tinggi dari sebelumnya," kata Kombes Soepoyo saat dihubungi merdeka.com, Kamis (18/4).

Soepoyo mengatakan, untuk mengatasi hal tersebut dirinya telah menurunkan beberapa anggotanya menuju lokasi untuk mengatur lalu lintas. Dia menambahkan ketinggian air antara 40-80 centimeter ini, menyebabkan beberapa kendaraan bermotor mogok di jalan.

"Kemacetan juga cukup parah, karena ada motor-motor yang berhenti. Ada juga beberapa kendaraan yang mogok," katanya.

Soepoyo menjelaskan, genangan air tersebut disebabkan tidak berfungsinya pompa penyedot air milik Sudin Pekerjaan Umum Tata Air Jakarta Timur yang ada di sisi Jl DI Panjaitan. Hal ini membuat air dari badan jalan menumpuk di saluran air dan tidak dapat diteruskan ke Kali Cipinang maupun Kali Ciliwung.

"Sebenarnya di dua sisi jalan itu ada pompa, tapi sepertinya pompanya rusak, sehingga saluran air tidak dapat menampung air hingga menyebabkan genangan meluap di badan jalan," jelasnya.

Lebih lanjut Soepoyo mengatakan, tingginya genangan air tersebut juga membuat koridor X Bus TransJakarta jurusan PGC-Tanjung Priok tidak dapat melintas, dan dialihkan melalui Jalan Otista Raya.

"Banyak Bus TransJakarta yang harus dialihkan, karena sudah tidak bisa melintas di DI Panjaitan," tandasnya.

Kekurangan soal mewarnai pelaksanaan Ujian Nasional (UN) hari pertama, untuk SMA sederajad di Sulawesi Utara, Kamis, 18 April 2013. Namun secara keseluruhan pelaksaan ujian di wilayah itu berjalan dengan lancar.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Utara, Star Wowor kepada VIVAnews mengatakan, beberapa kendala kekurangan lembaran soal ujian terjadi di sekolah di daerah yang terpencil.

"Memang ada beberapa kendala untuk di daerah terpencil dan beberapa sekolah di kabupaten dan kota, ada terjadi kekurangan naskah ujian, namun diantisipasi dengan cara foto kopi lembaran soal," kata Wowor.

Terkait dengan indikasi adanya kebocoran naskah ujian, Wowor membantah, ia meyakinkan naskah ujian nasional tak akan bocor karena ada pengawalan dari pihak kepolisian

"Naskah tidak ada yang bocor, polisi terus mengawal. Hingga sekolah yang kekurangan naskah, saat pergi ke tempat fotokopi juga dikawal polisi," katanya.

Secara terpisah, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat, Kepolisian Daerah Sulawesi Utara (Polda Sulut) Ajun Komisaris Besar Polisi, Denny Adare saat dihubungi mengatakan, pihak Polda dan jajaran Polres hingga polsek turun untuk mengawal Naskah Ujian Nasional

"Setengah kekuatan dari pihak Polda dan Polres hingga Polsek turun untuk mengawal UN," katanya.

Ketua Tim Evakuasi dan Pemotongan Badan Pesawat dari Armada Timur TNI AL Surabaya Kapten Asihamzah, Rabu 17 April 2013, mengungkapkan proses evakuasi dan pemotongan badan pesawat Lion Air mengalami kendala.

Kesulitan terjadi, lantaran saat melakukan pemotongan, tim harus berada pada posisi berdiri. Sedangkan bangkai Lion Air, yang tercebur ke Laut Bali, Sabtu lalu itu terus bergerak akibat hantaman ombak yang keras.

"Kesulitan yang kami hadapi, karena objek yang akan dipotong terus bergerak. Petugas yang memotong juga terus bergerak," ujar Asihamzah.

Kapten AL tersebut juga mengakui evakuasi kali ini memang perlu teknik khusus. Tim pun harus memiliki kemampuan tinggi dan sudah terlatih.

Asihamzah menambahkan, air laut yang terus pasang dan hempasan ombak yang sangat kuat serta derasnya arus menjadi kendala utama.

"Kesulitan kita adalah ombak yang besar. Kita harus melakukan hal tersebut, karena dikejar waktu dan kondisi yang ada di ujung landasan yang harus segera dikosongkan," katanya.

Menurut Asihamzah, kegiatan evakuasi seperti ini memang tidak pernah dilakukan oleh pasukan TNI AL sebelumnya. "Ini baru kasus pertama, yang ditangani tim evakuasi bawah lau," jelas dia.

Akibatnya, petugas harus merobek badan pesawat sedikit demi sedikit. Sementara itu, berdasarkan pantauan di lokasi, bagian kepala pesawat atau bagian kokpit sudah berhasil diangkat. Bagian penting ini sudah dievakuasi dan diamankan di gudang Lion Air, guna penyelidikan penyebab kecelakaan tersebut.

Kemudian, potongan berikutnya dengan panjang sekitar tiga meter diangkut ke darat dengan menggunakan crane. Potongan bangkai pesawat tersebut, untuk sementara ditaruh di bagian selatan ujung landasan.

Beberapa petugas menuturkan ada banyak potongan pesawat yang jatuh ke dalam air dan belum berhasil dievakuasi. Hingga kini, petugas masih melakukan pemotongan bagian ketiga badan pesawat dengan panjang sekitar tiga meter.

Bila ditotal, seluruh badan pesawat akan dipotong menjadi tujuh bagian untuk memudahkan pengangkatan yakni bagian kokpit, tiga bagian untuk badan pesawat, satu bagian untuk ekor, dan kedua sayapnya.

Korban tewas termuda dalam ledakan di Boston diidentifikasi bernama Martin Richard. Bocah delapan tahun ini berdiri dekat garis finish, menunggu ayahnya yang sedang berlari, untuk memeluknya.

Richard berasal dari Dorchester, Massachusetts, hanya 20 menit berkendara dari Boston. Dia datang bersama ibu dan kakak perempuannya untuk menyaksikan ayah mereka, Bill Martin, berlaga di ajang maraton tahunan, Boston Marathon, yang tahun ini diikuti 27.000 pelari dari seluruh dunia.

Menurut Boston Globe, Richard bersama keluarganya berdiri di dekat garis finish. Saat ayahnya melintas garis finish, Richard berlari dan memeluknya. Inilah tujuan mereka berada dekat finish, agar bocah ini bisa memberikan ucapan selamat pada ayahnya karena berhasil menyelesaikan lomba.

Setelah memeluk ayahnya, Richard kembali ke ibunya, di belakang garis batas penonton. Lalu bom laknat itu meledak. Richard yang malang adalah satu dari tiga korban tewas.

Ibunya menderita luka berat, sementara kakak perempuannya, kakinya hancur kena ledakan. Diduga, bom mengandung pecahan besi dan bola bearing, membuat luka semakin parah.

Saat ledakan terjadi, seorang pelari yang sudah sepuh, Bill Iffrig hampir mencapai garis finish. Bom meledak di sampingnya, terpaut beberapa meter. Lelaki 78 tahun ini terjatuh, kaki dan tangannya berdarah.

Ini adalah kali ketiga dia mengikuti Boston Marathon, dan baru kali ini mengalami mimpi buruk seperti ini. "Saya hampir mencapai garis finis, hari itu sangat baik dan perasaan saya sangat senang. Saya jatuh sekitar 4 meter dari garis finish, lalu terjadilah ledakan di samping saya," kata Iffrig dilansir CNN.

"Gelombang kejutnya menerpa tubuh saya, kaki saya langsung gemetaran. Saya tahu saya terluka," lanjutnya lagi.

Lebih dari 140 orang terluka dalam peristiwa tersebut. Saksi mata menggambarkan horor di lokasi. Kepada berbagai media, mereka mengatakan melihat kaki dan tangan bergeletakan, terlepas dari si empunya. Darah dimana-mana, kepanikan merajalela.

Hingga saat ini, polisi Boston dan FBI masih belum menemukan titik terang siapa pelaku peledakan. Penggeledahan sebuah apartemen dilakukan. Seorang warga Saudi yang mencurigakan diinterogasi, namun masih belum menemukan apa-apa. Masih terlalu dini untuk menyimpulkan siapa biang keladinya.

Sebuah gambar yang beredar di Twitter memperlihatkan pria misterius di atas gedung tak jauh dari lokasi ledakan bom Boston. Pria tersebut tampak berjalan di atap gedung sambil melihat lokasi ledakan.

Siapa yang memposting foto tersebut tidak diketahui. Foto itu sendiri diposting tak lama setelah ledakan terjadi. Juga tak diketahui secara jelas apakah pria di atas gedung tersebut terkait dengan peledakan bom atau tidak.

Terkait pencarian pelaku pemboman di lokasi Boston Marathon, seorang petugas mengatakan pada New York Post, pria Saudi berusia 20 tahun ditahan di salah satu rumah sakit di Boston.

Sementara itu, Fox News melaporkan, tersangka dalam mengalami luka bakar yang sangat parah. Ia dibawa ke tahanan kurang dari dua jam setelah ledakan pukul 15.00. Ledakan di Boston Marathon telah menewaskan sedikitnya tiga orang dan melukai lebih dari 140.



Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tahun ini benar-benar amburadul. Yang paling fatal adalah ditundanya UN di 11 provinsi.

Kejadian ini sungguh terlalu. Bagaimana bisa, hajatan tahunan ini bisa tidak terkoordinir dengan baik.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan langsung menuding PT Ghalia Indonesia Printing yang diberi otoritas mencetak soal Ujian Nasional 2012/2013 sebagai pihak yang bertanggung jawab. Perusahaan itu dianggap lalai karena lebih mengutamakan pencetakan daripada packing.

Sehingga, saat UN tiba soal-soal tidak dapat didistribusikan. 11 Provinsi tak bisa melaksanakan UN pada 15 April dan harus menunggu pekan depan. Soal ditundanya UN hanya salah satu karut marut UN. Bagaimana yang melaksanakan UN tepat waktu? Informasi dari berbagai daerah, pelaksanaan UN juga ditemukan banyak masalah. Berikut informasinya:

1. Soal UN tertukar

Pemerintah sepertinya gagap dalam menghadapi pelaksanaan UN tahun ini. Padahal, UN sudah ada sejak dulu. Tapi toh persoalan selalu berulang tiap tahun.

Seperti kasus yang terjadi di Sumatera Barat. Ada dua sekolah yakni SMA Negeri 1 Batangkapas dan SMA Negeri Pancung Soal. Di SMA Negeri Batangkapas, pengawas menemukan soal ujian bidang studi Bahasa Indonesia tidak sesuai dengan tulisan pada sampul.

Di mana, pada sampul yang bertuliskan Bahasa Indonesia pada jam ujian itu, ternyata setelah sampulnya dibuka, pengawas ruangan menemukan soal ujian yang akan dibagikan ke peserta ujian berisikan soal Bahasa Inggris. Akibatnya sekolah tersebut mengalami kekurangan soal Bahasa Indonesia.

Akhirnya, UN bidang studi Bahasa Indonesia ditunda beberapa jam akibat kesalahan ini. Karena soal ujian tidak cocok dengan isi. Sedangkan soal UN Bahasa Inggris yang ada dalam sampul setelah terbuka tersebut langsung diamankan oleh petugas keamanan dan Tim Pemantau Independen yang ada di sekolah itu untuk menjaga kerahasiaannya.

2. Kertas mudah sobek

Kali ini soal kualitas kertas soal UN. Banyak yang mengeluhkan kertasnya mudah sobek. Banyak para siswa mengeluhkan tipisnya kertas jawaban.

Keluhan disampikan oleh para siswa di Kabupaten Kubu Raya. "Bukan hanya saya yang mengeluh. Teman-teman yang lain juga sama," kata Dara Agusti Maulidia salah seorang peserta UN tahun 2013, di Sungai Raya, Senin (15/4).

Dia mengatakan, tipisnya kertas lembar jawaban tersebut menyebabkan jika lembar jawaban telah diisi dan ingin dihapus dikhawatirkan rusak. "Tadi kawan saya bilang dia waktu menghapus jawaban, kertasnya rusak, sehingga kami jadi takur untuk memperbaiki jawaban yang dinilai salah, karena kalau rusak berdampak fatal, yakni tidak bisa terbaca oleh komputer," ujarnya.

3. Siswa tak tahu ada penundaan

Rupanya, penundaan UN di 11 provinsi tidak semua peserta mengetahui. Banyak pula peserta ujian yang tak tau UN diundur.

Seperti sebagian siswa di Samarinda, Kalimantan Timur. Para siswa ini banyak datang ke sekolah. Mereka tidak diberitahu oleh pihak sekolah jika UN diundur. "Kemungkinan memang ada peserta yang belum mengetahui adanya penundaan UN tetapi itu hanya sebagian kecil saja dan pada umumnya sudah tahu jika pelaksanaan UN ditunda hingga Kamis (18/4)," ungkap Kepala Dinas Pendidikan Kota Samarinda, Ibnu Araby, Senin (16/4).

Dinas Pendidikan Kota Samarinda kata Ibnu Araby menerima surat resmi penundaan tersebut pada Minggu (14/4) malam. ? "Kami terima pemberitahuan penundaan itu pada Minggu (14/4) kemudian langsung menyampaikan ke semua kepala sekolah penyelenggara UN. Pihak sekolah tentunya memiliki koneksi kepada siswanya baik melalui telepon genggam, jejaring sosial maupun alat komunikasi lainnya untuk menyampaikan penundaan itu," katanya.

4. Pakai soal fotokopi

Bukan hanya soal kualitas kertas rendah atau soal tertukar, tapi ini soal ujian sampai kurang. Kok bisa.

Kasus ini terjadi di MAN 2 Kota Bukittinggi. Sebanyak 70 siswa terpaksa menggunakan soal hasil fotokopi karena soal yang asli habis. ? Menurut Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bukittinggi Yuen Karnova, fotokopi soal UN yang kurang tersebut dilakukan di sekolah dengan pengawalan polisi serta disaksikan pengawas dari unsur mahasiswa.

Akibat kekurangan soal itu, UN di MAN 2 terpaksa diundur selama 1 jam dari jadwal semestinya. Harusnya dimulai pukul 07.30 WIB menjadi pukul 08.30 WIB. "Meski ada kekurangan soal serta pengunduran jam ujian namun pelaksanaan UN tetap berjalan lancar," kata dia.

5. Soal tertukar, UN telat 2 jam

Di SMAN 1 Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, pelaksanaan UN hampir molor dua jam gara-gara soal ujian tertukar. Soal UN Bahasa Indonesia untuk kelas IPS tertukar dengan kelas IPA.

Wali kelas XII IPS SMAN 1 Singaparna, Toto T Khoeriyah, mengatakan ada 20 siswa kelas IPS ruang UN 13 yang mengalami keterlambatan dalam pelaksanaan ujian. "Kalau soal di kelas lain semua sudah dibagikan, pukul 07.30 WIB, hanya di ruangan 13 saja yang belum karena soalnya bukan untuk IPS tapi untuk IPA," kata Toto, Senin (15/4).

Akibat tertukarnya soal UN, pelaksanaan UN dalam satu ruangan tersebut terpaksa ditunda, menunggu penggantian soal ujian yang diambil dari soal cadangan dibeberapa sekolah di Tasikmalaya. Selama menunggu, sejumlah siswa tampak diam, bahkan ada yang menangis hingga UN di kelas IPS ruang UN 13 tersebut dilaksanakan sekitar pukul 09.30 WIB. "Dengan kejadian ini, ada siswi yang menangis, mungkin takut ketinggalan ujian," kata Toto.

Kecelakaan yang menimpa Lion Air Sabtu (13/4) lalu ternyata berbuntut panjang. Lion tak hanya sekali ini mengalami kecelakaan. Beberapa kecelakaan kecil maupun besar tercatat telah terjadi selama sepuluh tahun terakhir.

Tak heran bila beberapa calon penumpang memutuskan untuk membatalkan atau mengubah tiketnya dengan maskapai lain. Ketua bidang tiket Asosiasi Perusahaan Penjual Tiket Penerbangan Indonesia (Astindo) Pauline Suharno mengatakan pembelian tiket Lion Air setelah kecelakaan Sabtu lalu tercatat menurun sekitar 20 hingga 30 persen.

"Ada sedikit turun. Tadinya sudah pesan jadi ganti maskapai atau tidak jadi membeli," ujar dia saat dihubungi merdeka.com, Senin (15/4).

Beberapa penumpang tercatat pindah ke beberapa maskapai yang juga melayani penerbangan dengan anggaran yang rendah seperti Mandala, Citilink dan AirAsia. "Namun memang Mandala belum terlalu banyak," imbuh Pauline.

Sementara untuk pemesanan tiket perusahaan, dipindah menjadi Garuda Indonesia atau Sriwijaya. "Mereka memilih naik kelas," kata dia.

Namun, tidak semua calon penumpang memindahkan penerbangannya. Beberapa terpaksa tetap menggunakan Lion karena rute yang dibeli tidak disediakan oleh maskapai lain. "Tapi ada lumayan banyak yang memilih untuk mengembalikan tiketnya," kata dia.

Efek pengalihan penerbangan ini, lanjut Pauline, diperkirakan tidak akan terlalu lama. Pasalnya, kecelakaan yang dialami oleh Lion Air tidak memakan korban jiwa.

"Paling dua minggu penumpang juga sudah lupa. Apalagi kecelakaan kemarin tergolong tidak terlalu parah," kata dia.

Seperti yang telah diketahui, pesawat Lion Air JT930 dari Bandung menuju Bali mendarat di pantai sebelum mencapai landasan Bandara Ngurah Rai, Bali. Total 108 penumpang selamat dan 22 orang mengalami luka-luka.

Gempa berkekuatan 5,5 Skala Richter (SR) menggoyang wilayah Lampung Selatan. Gempa tersebut terjadi sekitar pukul 18.26 WIB.

Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Selasa (16/4) pusat gempa berada di titik 6.30 Lintang Selatan dan 104.80 Bujur Timur. Pusat gempa berada di kedalaman 19 Km.

Belum diketahui apakah gempa tersebut menimbulkan korban jiwa. Hingga saat ini belum ada laporan adanya kerusakan akibat gempa ini.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) gerah dengan pelaksanaan ujian nasional (UN) yang amburadul. Di antaranya penundaan UN di 11 provinsi, soal tertukar hingga naskah yang kurang hingga terpaksa si foto kopi.

Terkait permasalahan itu, SBY memberikan tiga perintah yang ditujukan kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, TNI dan Polri. Sehingga, ujian dapat segera berlangsung pada Kamis (18/4) mendatang.

SBY meminta kepada Mendikbud Muhammad Nuh untuk membentuk tim investigasi. Tim tersebut ditugaskan agar kesalahan-kesalahan yang terjadi selama tahapan jelang pelaksanaan UN dapat segera ditemukan.

"Investigasi meliputi baik dari investigasi proses lelang, pengadaan dan investigasi dari sisi kepanitiaan dan juga investigasi dari sisi percetakan," ungkap Nuh di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (16/4).

SBY juga memerintahkan kepada seluruh TNI dan Polri untuk membantu proses pendistribusian naskah soal ke sejumlah daerah. Bahkan, mengerahkan seluruh armada yang dimilikinya agar pengiriman berjalan dengan baik.

"Presiden memastikan naskah untuk Kamis bisa sampai di sekolah-sekolah, oleh karena itu presiden memerintahkan TNI/Polri bekerja sama agar naskah bisa terkirim sampai di tingkat kabupaten dan sampai ke sekolah-sekolah," tandasnya.

Namun, yang terpenting adalah memastikan agar pelaksanaan UN tingkat SMP pada Senin (22/4) mendatang dapat berjalan dengan baik. Dia pun memastikan UN tersebut dapat berjalan secara serentak sesuai rencana.

"Untuk ujian SMP yang dilaksanakan tanggal 22 tidak ada pengunduran. Insya Allah SMP akan tepat waktu. Tidak dilihat dari wilayah timur atau barat, yang jelas bisa serentak," lanjutnya.

Nuh menambahkan, dirinya berterima kasih kepada aparat keamanan, yakni TNI dan Polri yang telah memberikan bantuan pengiriman naskah UN ke sejumlah daerah. "Kami mengapresiasi kepada TNI/Polri yang bersedia membantu, yang menyiapkan satu pesawat Fokker, satu Boeing 737, dan juga diperlukan akan dikirim pesawat lain," pungkasnya.

Sejumlah siswa yang gagal mengikuti Ujian Nasional (UN) di Sumut hari ini mengaku kecewa. Mereka tidak menyangka ada penundaan, karena provinsi ini sebelumnya tidak termasuk dalam daerah yang pelaksanaan UN-nya diundur.

Sebelumnya, Sumut dinyatakan siap menyelenggarakan UN. Penundaan baru diketahui setelah Dinas Pendidikan Sumut mengetahui kurangnya naskah soal dan mendapat pemberitahuan dan surat edaran dari BSNP tadi malam.

"Saya tahunya sekitar pukul 00.30 sampai pukul 01.00 WIB dini hari tadi, sehingga kami tidak sempat menghubungi anak-anak," jelas Kepala SMA Harapan III Abdul Jalil.

Para siswa tetap datang ke sekolah sebelum ujian dinyatakan ditunda. Mereka dikumpulkan di satu ruangan untuk diberi pengertian bahwa soal mereka tidak sampai.

Di SMA 10 Medan, para siswa jurusan IPA langsung dipulangkan setelah diberitahukan ujian ditunda hingga pekan depan. Sedangkan siswa jurusan IPS tetap ikut ujian.

Sementara itu, di SMA Harapan 3 Deliserdang, 31 siswa jurusan IPS sempat dikumpulkan di musala sekolah. Mereka diberi pengarahan, sedangkan 58 siswa jurusan IPA tetap ujian di ruangannya masing-masing.

Setelah mendapat pemberitahuan tentang penundaan ujian, para siswa mengaku kecewa. Pasalnya, mereka harus kembali fokus belajar untuk ujian pekan depan, setelah melakukannya menjelang hari ini.

"Mental kami sudah siap hari ini. Gara-gara ditunda, mental langsung jatuh, karena harus disiapkan lagi. Dari kemarin kami sudah siap, terpaksa bersiap lagi hingga pekan depan," kata, Riska Dian Syafitri, siswa SMA Harapan III, Deliserdang.

Riska mengaku kecewa, karena penundaan itu tanpa pemberitahuan sebelumnya. Mereka baru mengetahui kebijakan itu setelah dikumpulkan di musala sekolah.

Kekecewaan senada disampaikan Rendy M Letrodo, siswa lainnya. Namun, dia juga senang karena mendapat waktu belajar yang lebih panjang. "Tapi ya kita bisa belajar lagi biar minggu depan lebih siap, kan kami belajar dari kemarin," ucapnya.

Seperti diberitakan, sejumlah sekolah yang tersebar sedikitnya di 23 kabupaten/kota di Sumut tidak menggelar UN hari ini. Namun, penundaan diberlakukan terhadap seluruh siswa. Terdapat sekolah yang tetap menggelar ujian. Namun, ada yang hanya menggelar ujian untuk jurusan IPA, ada pula yang cuma menggelar ujian untuk jurusan IPS. Ada pula sekolah yang menunda keseluruhan ujian.

Penundaan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) juga meliputi wilayah Sulawesi Selatan. Akibat penundaan itu, siswa di kawasan Makassar kecewa karena mereka sudah menyiapkan materi sejak jauh hari.

"Saya bingung, soalnya kami jauh-jauh sebelumnya sudah belajar, tapi hari ini batal ujian. Katanya diundur. Saya sudah siap ujian, tapi pemerintah belum siap," keluh Sata Miskad, siswa Sekolah Menengah Atas 1 Makassar, Senin (15/4).

Siswa hanya bisa pasrah saat melihat pengumuman penundaan ujian nasional yang dipajang di tembok sekolah. Sadar akan kekecewaan siswanya, sejumlah guru di sekolah itu menghibur siswa dengan bercengkrama di taman sekolah. Sesekali memberikan pengertian dengan adanya penundaan ini.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan, diketahui pada 2013 jumlah peserta Ujian Nasional tingkat SMA/SMK/MA mencapai 21.661 orang terdiri dari peserta SMA mencapai 11.750 orang, peserta Madrasah Aliyah (MA) mencapai 1.115 orang dan peserta UN SMK sebanyak 8.796 orang.

Penundaan Ujian Nasional (UN) tersebut akibat keterlambatan distribusi soal, sehingga pemerintah pusat menetapkan 11 propinsi yang mengalami pergeseran jadwal ujian nasional tersebut satu di antaranya adalah Sulawesi Selatan.

Keputusan pemerintah tentang penundaan Ujian Nasional yang dijadwalkan Senin (15/04) hari ini ditunda hingga Kamis 18 April 2013. Selain Sulawesi Selatan, 10 Provinsi lainnya yang juga mengalami penundaan adalah Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengatakan, pihaknya telah mem-black list PT Ghalia Printing Indonesia, percetakan yang mengalami masalah teknis dalam pendistribusian soal Ujian Nasional (UN). Akibat permasalahan ini, 11 provinsi di wilayah Indonesia Tengah mengalami penundaan UN.

"Kalau di-black list pasti. Pasti ada sanksi lain nanti kita pikirkan," kata M. Nuh saat menyaksikan UN di SMAN 26 Tebet, Jakarta Selatan, Senin (15/4).

Namun, lanjut M. Nuh, mengenai sanksi terberat yang akan diberikan kepada PT Ghalia Printing Indonesia, dia belum bisa memastikan seperti apa. "Nanti setelah investigasi saya belum bisa menyampaikan sebelum hasil investigasi," ujarnya.

M. Nuh menambahkan, yang jelas Kemendikbud telah menyiapkan tim investigasi untuk melihat letak kesalahan hingga tidak bisa memenuhi tenggang waktu.

Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat SMA dan SMK batal dilaksanakan secara serentak. Sebab 11 provinsi di wilayah Indonesia belum mendapatkan kiriman soal-soal ujian.

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan berdalih, penundaan terjadi akibat permasalahan teknis yang dialami PT Ghalia Printing Indonesia selaku perusahaan percetakan soal UN untuk 11 provinsi di wilayah Indonesia Tengah.

Sebelas provinsi di Indonesia Tengah yang mengalami keterlambatan pengiriman soal yakni Sulawesi Selatan, Bali, Gorontalo, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tengah.

"Jadi kan setelah soal-soal selesai dicetak kemudian dimasukkan ke dalam amplop. Kemudian nanti akan dimasukan ke dalam kardus kemudian dikirim. Nah hal ini yang jadi kendala," ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh.

Anggota Komisi X DPR Zul Fadhli mengatakan, keterlambatan pelaksanaan UN di 11 provinsi karena adanya dugaan permainan kotor di perusahaan PT Ghalia Indonesia, sebagai pemenang tender mencetak soal. Dia pun meminta perusahaan tersebut dicoret.

"PT Ghalia harus diberi sanksi blacklist. Ada indikasi penunjukan Ghalia ini aroma penyimpangan," kata Zul saat dihubungi, Senin (15/4).

Karena diduga ada indikasi penyimpangan, Zul mendesak supaya dilakukan investigasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Selain itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga diharuskan bertanggungjawab. Seharusnya, lanjut Zul, jadwal UN juga harus serentak diundur.

"UN tidak serempak ini berarti melanggar prinsip keadilan. Mestinya Mendikbud mengundurkan semua jadwal UN," terangnya.

Ke depan, Komisi X DPR berharap percetakan soal UN sebaiknya tidak perlu dipusatkan. Perlu pembenahan sistem, seperti mencetak di daerah.

"Ke depan Percetakan di desentralisasikan saja, tidak perlu sentralisasi di pusat. Ujian nasional amatiran," kata Zul.
Copyright © 2010 - 2014. Demo - All Rights Reserved
Hosting by : Blogger - Nazuka.net
Template inspired by detikcom
Editing by TAMORANETWORK