Situs Akan di Alihkan ke BLOG.TAMORANEWS.COM, Space Iklan Murah Email to : admin[at]tamoranews.com or 235FD217.

Polda Sumut menangani kasus penipuan terhadap sejumlah warga yang ingin menjadi CPNS dengan kerugian mencapai Rp 1 miliar. Dari pemeriksaan diketahui bahwa pelaku mengaku berpangkat komisaris polisi (kompol) dalam aksinya.

Pelaku penipuan berinisial JSS alias RS (31) dan adiknya JSS dibekuk petugas Satuan Reskrim Polresta Medan di Bandara Sukarno Hata Jakarta, Selasa (23/4) lalu. Kedua warga Pematang Siantar ini ditangkap karena disangka menipu lima korban sehingga mengalami kerugian dengan total hingga Rp 1 miliar.

"Kedua tersangka menipu setelah menjanjikan korbannya dapat diterima menjadi pegawai negeri sipil (PNS) di Dinas Kesehatan Pemkab Serdang Bedagai (Sergai)," jelas Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Heru Prakoso, Selasa (30/4).

Untuk memuluskan aksinya, RS mengaku sebagai anggota kepolisian berpangkat kompol. "Untuk meyakinkan korbannya, tersangka mengaku dalam waktu dekat akan menjadi Kapolres Sergai," beber Heru.

Dalam kasus ini, penyidik menyita barang bukti berupa 12 lembar kwitansi penerimaan uang, 4 lembar bukti transfer uang, kartu anggota Polda Sumut yang belakangan diketahui palsu.

Korban penipuan kedua tersangka kemungkinan bertambah dan tersebar di berbagai daerah di Sumut. Hal itu yang menjadi alasan Polda Sumut mengambil alih kasus itu dari Polresta Medan.

"Kita mengimbau agar warga yang merasa telah menjadi korban segera melapor ke Polda Sumut," ucap Heru.
Kepergian Ustaz Jeffry Al Buchori meninggalkan kesedihan mendalam bagi mayoritas umat Islam. Tidak hanya di Indonesia, sejumlah umat Islam di luar negeri juga menangisi kepergian Uje, sapaan akrab Ustaz Jeffry.

Ustaz Uje meninggal dalam usia 40 tahun. Uje mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Gedung Hijau VII, Pondok Indah, Jakarta Selatan. Lelaki kelahiran Jakarta, 12 April 1973, ini meninggalkan seorang istri, Pipik Dian Irawati, dan empat orang anaknya.

Meski Ustaz Uje telah meninggalkan umat Islam untuk selamanya, namun perjuangannya sebagai dai tidak boleh berhenti.

Berikut empat pengganti Ustaz Uje dari kalangan dai dan keluarga sendiri:

1. Ustaz Guntur Bumi


Sebagai sesama pendakwah, Ustaz Guntur juga merasa kehilangan atas kepergian Uje yang begitu mendadak. Dia mengatakan siap melanjutkan jalan dakwah Ustaz Uje.

"Ustad Jeffry Al Buchori ini adalah barometer ustad-ustad muda. Saya sangat sedih kehilangan saudara, kakak dan tauladan kita semua. Banyak hal baik yang bisa dicontoh dari sosok Uje. Dan kami-kami siap melanjutkan perjuangan beliau," kata Ustaz Guntur.

Selain dikenal sebagai pendakwah, Guntur Bumi juga dikenal sebagai ahli pengobatan alternatif.

2. Adiba Khanza Az Zahra


Adiba Khanza Az Zahra, putra Ustaz Uje mengaku diminta berkenalan dengan 'seseorang', yang selama ini mendampingi ayahnya. Anehnya, 'seseorang' tersebut tidak berwujud.

"Ketemu Abi Minggu. Minggu kayak Abi mau pamit, kan Abi lagi sakit. Tiba-tiba disuruh ke toilet, katanya ada temennya. Aku ke dalam (toilet) gak ada apa-apa, tapi Abi maksa. 'Kenalin itu om yang suka jaga Abi', tapi aku gak lihat apa-apa cuma ada pantulan cahaya. Akhirnya aku kenalan aja. Tiba-tiba tadi aku dijemput jam 3 kenapa? Katanya Abi kecelakaan," ujar Adiba.

Adiba yang sebelumnya berniat jadi pilot, mengaku akan melanjutkan perjuangan ayahnya berdakwah.

3. Ustad Solmed


Kepergian Ustaz Uje menyisahkan duka mendalam bagi sahabatnya, Ustaz Sholeh Mahmud atau Solmed. Sebab, beberapa hari sebelum berpulang, almarhum sempat berpesan pada Ustaz Solmed.

"Tanggal 21 saya datang ke acaranya Hijab yang diselenggarakan oleh sang istri (Pipik). Saya dipanggil sama beliau masuk mobil, tahu-tahu belau ngasih cincin, 'Lo terusin dakwah gue, nih peci buat lo', ini peci punya die nih. Die peluk saya, 'Jangan berhenti berdakwah, umat masih butuh dakwah ente'. Ternyata ini jawaban dari Allah," kata Solmed sambil menangis.

4. Pipik Dian Irawati

Pondok Pesantren milik Aa' Gym yakni Daarut Tauhid Bandung merasa kehilangan sahabat terbaik. Dewan Pengawas Daarut Tauhid Dudung Abdul Gani, menyampaikan pesan kepada Pipik Dian Irawati untuk meneruskan perjuangan Uje semasa hidupnya.

"Kepada Mbak Upik semoga bisa meneruskan perjuangan Ustaz Jeffry selama ini, terutama dalam mendidik anak-anak," katanya.

Selama ini Pipik Dian Irawati memang sudah merintis berdakwah di kalangan wanita.

Pohon berusia ratusan tahun di TPU Dusun Joho Desa Sumberjo Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri pada Selasa (16/4 ) lalu tumbang dan membuat geger karena banyak kerangka yang menyembul keluar. Kini pohon itu kembali membuat geger warga. Pohon tersebut kini tiba-tiba berdiri kembali.

Pohon itu kembali berdiri kokoh kembali di tempatnya. Pohon jenis bulu yang tersisa 5 meter tersebut berdiri tanpa dahan, sebab ranting maupun daun telah dipotong oleh warga beberapa saat setelah tumbang.


Salah seorang saksi mata, Maliki (30) warga setempat, menceritakan pohon yang usianya sekitar 200 tahun tersebut diketahui berdiri kembali pada Minggu pagi (28/9) saat ia jalan-jalan pagi.

"Pagi itu semua warga pada kaget, dan lokasi TPU ini dipenuhi warga yang berdatangan untuk melihat keanehan tersebut," ujarnya Maliki saat dimintai keterangan sejumlah wartawan, Senin (29/4).

Bahkan sangking dianggap aneh, pohon yang sempat roboh dan akarnya sempat membawa puluhan kerangka mayat ini juga menjadi daya pikat masyarakat dari luar desa.

Informasi yang diperoleh merdeka.com dari Roni tukang menggergaji kayu di TPU tersebut menyatakan, berdirinya pohon dengan ukuran besar tersebut diperkirakan terjadi, Minggu (28/4) sekitar pukul 01.00 dini hari.
Mantan Kabareskrim Polri Susno Duadji ditetapkan sebagai buron setelah menolak dieksekusi Kejaksaan. Susno ditetapkan bersalah atas kasus korupsi.

Pensiunan jenderal bintang tiga itu bahkan menyebut beberapa Jenderal sebagai makelar kasus. Bukan hanya Susno, beberapa polisi di dunia juga jadi terkenal bukan karena tugasnya menangkap penjahat. Tetapi mereka terkenal karena berbagai kontroversi dan kejahatan yang dilakukannya.

Berikut adalah 4 polisi yang terkenal karena kontroversi dan kejahatannya.

1. Andre Stander


Andre Stander berprofesi sebagai polisi di Kempton Park, Afrika Selatan, namun disela-sela waktu senggangnya, dia merampok sejumlah tempat. Kasus perampokan yang dilakukannya tidak pernah terungkap karena dia sendiri yang menginvestigasi perkara itu.

Kejahatan Stander terungkap ketika dia mengendarai mobil tak berizin saat merampok dan dia mempunyai identitas palsu bernama Peter Harris. Stander tewas ditembak di apartemennya saat penggerebekan oleh polisi, namun berita kematiannya tertutup rapat.

2. Jamshid Ali Dizaei


Dizaei adalah anggota polisi yang punya dua kewarganegaraan Iran dan Inggris. Anggota polisi daerah London ini menjadi tenar karena vokal menyuarakan anti diskriminasi muslim di London. Bahkan beberapa media sering mewancarai polisi ini tentang isu-isu etnik dan agama.

Di tahun 2010, dia dijebloskan ke penjarakan selama 4 tahun terkait tuduhan penyalahgunaan wewenang. Jabatannya polisinya resmi hilang sebulan setelah dia mendapat kasus tersebut. Namun setahun kemudian banding yang diajukan berhasil dan dirinya bisa keluar dari penjara.

Bahkan di tahun yang sama dia melawan kembali pemecatan dirinya dari kepolisian London meski dia akhirnya tidak kembali bertugas.

3. William "Billy" McCaughey


William McCaughey atau Billy adalah anggota patroli polisi khusus di Irlandia. Billy diketahui melakukan sejumlah pembunuhan, penculikan orang akibat sekte agama yang dianutnya.

Sejak kecil dia aktif di salah satu gereja Trinity Presbyterian yang menyebarkan ajaran Presbyterian. Ayahnya adalah salah satu pendiri sekte ini dan salah satu pembenci umat Katolik. Rupanya kebencian ini ditularkan ke anaknya Billy. Meski sekte ini telah dilarang tapi beberapa anak sekte ini masih hidup di situlah kebencian Biily terhadap Katolik semakin membesar.

Di tahun 1980, McCaughey ditangkap bersama rekannya karena terlibat pembunuhan dan penculikan umat Katolik selama 16 tahun. Dia juga mengakui menculik pendeta Katolik, Hugh Murphy dan membunuh dua rekan polisinya. Selain itu dia juga menjadi pelaku penembakan dan pemboman di Rock Bar pada tahun 1977.

4. Brian Paddick


Brian Paddick bergabung di kepolisian 1976, namun dia tidak pernah menangkap seseorang yang terbukti membawa ganja.

Tindakannya ini mengundang perdebatan, dia dianggap 'lembek' dalam memberantas narkoba. Kontroversi ini diperparah dengan pengakuan rekan Paddick yeng mengatakan Paddick sebenarnya pemakai narkoba dan seorang homoseksual.

Kini Paddick dikenal sebagai politisi dari Liberal Demokrat. Dia pernah ikut pemilihan wali kota London.

Usai datang ke Komnas HAM, Eyang Subur langsung mendatangi Mabes Polri guna melaporkan Adi Bing Slamet beserta antek-anteknya yang dianggap telah memfitnah dirinya.

Laporan dilakukan lantaran Subur merasa sudah dirugikan, dituduh macam-macam, melakukan tindakan pemerasan serta tindakan penipuan yang ditujukan kepada Adi cs.

"Yang jadi terlapor adalah 4 orang yaitu, Adi Bing Slamet, Nurjanah, Arya Wiguna dan Novi Oktora. Masing-masing terlapor sebagai pihak yang sudah menduga dengan bebasnya melakukan memberikan pernyataan-pernyataan di media hampir jadi topik utama," ujar kuasa hukum Eyang Subur, Ramdan Alamsyah, di Mabes Polri, Jumat (19/4).


"Laporan ini dikenakan UU Tindak Pidana Khusus No. 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik, Pasal 27. Ancaman hukuman 6 tahun dan denda 1 milyar," sambungnya.

Diharapkan adanya laporan tersebut, Subur yakin jika kebenaran akan terungkap. "Dengan laporan ini maka kebenaran dan keadilan akan muncul dan ini laporan menyangkut tindak pidana transaksi elektronik. Ini masuk kategori jadi tindak pidana khusus," pungkasnya.

Kuswito (41), ayah Tasripin tak bisa menahan tangis haru saat bertemu anak keduanya. Setelah mereka terpisahkan selama enam bulan, akhirnya mereka bisa bertemu kembali.

"Terima kasih untuk semua yang membantu Tasripin selama ini," ujar Kuswito, Sabtu (20/4).

Tasripin dan ketiga adiknya pun menangis histeris saat bertemu ayahnya. Mereka bertemu ayahnya di Pendapa Si Panji Purwokerto.

Peluk hangat Kuswito, yang tiba dari perantauannya di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Sabtu dini hari, langsung tercurahkan kepada Tasripin yang selama ini mengasuh ketiga adiknya.

Kuswito tak bisa membendung air mata yang menetes saat melihat keempat anaknya. Suasana haru tersebut disaksikan langsung Bupati Banyumas, Achmad Husein beserta istri.

"Saya sangat berterimakasih kepada semua pihak yang membantu Tasripin selama ini," katanya seraya memangu Riyanti (6) putri satu-satunya.

Kuswito mengaku tujuan bekerja di bidang perawatan kelapa sawit selama ini untuk memerbaiki nasib keluarganya. Sejak meninggalnya sang istri, Satinah, ia mengaku bingung untuk menafkahi anaknya yang bertambah besar.

"Kalau saya kerja di desa, penghasilannya hanya 15 ribu sehari sebagai tani dan itu tidak mencukupi kebutuhan keluarganya. Karena itu saya memutuskan untuk bekerja di Kalimantan," katanya.

Selama Kuswito bekerja di Kalimantan, ia mengaku mendapat penghasilan yang lebih baik. Dalam dua minggu, ia mendapat penghasilan sekitar Rp 800 ribu hingga Rp 1 juta yang separuhnya dikirimkan untuk menghidupi anaknya di desa.

"Tapi ternyata uang yang saya kirim melalui bank ke kakak saya, masih kurang untuk memenuhi kebutuhan anak-anak," ujarnya.

Selama ini, ia mengaku tidak mengetahui kalau anaknya, Tasripin ramai dibicarakan masyarakat luas. Ia baru mengetahuinya ketika dihubungi kakaknya, Nasiati dan salah satu staf pemerintahan Kabupaten Banyumas.

"Saya ditelepon dan disuruh pulang karena Pak Bupati meminta saya untuk pulang," jelasnya.

Kuswito memutuskan kembali pulang sekitar Selasa (16/4) dari tempat kerjanya. Perjalanan dari Desa Sungai Bulu Kabupaten Ketapang menuju Pelabuhan Kumai yang berada di Pangkalan Bun berjarak sekitar 214 kilometer yang memakan waktu perjalanan sekitar sehari semalam. Sedangkan penyeberangan dari Pangkalan Bun menuju Tanjung Perak Surabaya memakan waktu hingga 2 hari.

Sesampainya di Pelabuhan Tanjung Perak, Kuswito dijemput langsung Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Banyumas, Nooryono. Saat ditanya tentang kemungkinan bekerja kembali di Kalimantan, Kuswito mengatakan tidak berniat kembali.

"Saya ingin beternak lele di sini dan mengurus anak saya. Yang penting Tasripin dan adik-adiknya bisa sekolah lagi," jelasnya.

Bupati Banyumas, Achmad Husein mengaku senang dengan pertemuan tersebut. Dia berharap Kuswito bisa merawat anak-anaknya dengan baik dan menyekolahkan Tasripin serta ketiga adiknya. Lebih jauh, Husein mengungkapkan persoalan seperti yang dialami Tasripin kemungkinan besar banyak dialami di wilayah pedesaan Banyumas, terutama di daerah yang berbatasan langsung dengan wilayah alas.

"Persoalan akses yang mereka hadapi selama ini perlu ada solusi. Dalam waktu dekat saya akan meminta kepada Perhutani agar bisa membuka akses bagi warga desa yang berada di pinggir alas untuk memudahkan mereka dalam aktivitas ekonomi dan pendidikan," jelasnya.

Kades Gununglurah, Muzayanatul Aliyah mengatakan persoalan di Dusun Pesawahan memang selama ini terkait akses jalan. Dia juga mengakui di wilayah Dusun Pesawahan rata-rata banyak warganya yang putus sekolah karena akses jalan yang minim.

"Di Dusun Pesawahan ada sekitar 109 KK yang hidup disana, tetapi akses mereka untuk jalan masih terbatas. Padahal kami sudah berulang kali meminta agar jalannya bisa dimaksimalkan, tetapi Perhuatani beralasan kalau jalannya di aspal akan terjadi penebangan liar di wilayah mereka," katanya.

Direktur Service Airport Lion Air, Daniel Putut, menjelaskan bahwa manajemen perusahaan itu tengah mengidentifikasi segala kerugian akibat kecelakaan pesawat di Bali Sabtu pekan lalu. Kepada wartawan di Gedung Pusat Gawat Darurat Bandara Ngurah Rai Selasa 16 April 2013, Daniel menjelaskan bahwa Lion Air akan menghitung kerugian semua kerugian material para penumpang.

Untuk barang bawaan di bagasi, kata Daniel, dihitung dengan mengacu kepada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 77 Tahun 2011 tentang Tanggung Jawab Pengangkut Angkutan Udara. Akan ditanggung maksimal Rp46 juta. Pemberiannya dalam bentuk uang tunai.

"Untuk barang yang tidak tertera di bagasi, masih kami verifikasi. Ganti rugi akan diberikan dalam bentuk cash," kata Daniel. Ia juga menjelaskan bahwa saat ini masih terdapat lima penumpang yang menjalani perawatan. Mereka dirawat di tiga rumah sakit yakni, RS Kasih Ibu, RS Sanglah dan RS Prima Medika. “Kami sudah bertemu korban di rumah sakit,” ujar Daniel

Daniel mengakui bahwa masih ada 19 penumpang Lion yang hingga kini masih menginap di hotel Patra Jasa. Mereka diinapkan sampai batas waktu yang belum ditentukan.

"Tergantung situasi dan kondisi dilapangan nanti. Tapi untuk proses ganti rugi kami sudah jelaskan proses dan mekanismenya. Sudah kami sampaikan bahwa penumpang yang berasal dari luar Bali akan kami kembalikan ke tempat masing-masing,” kata Daniel.

Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tahun ini benar-benar amburadul. Yang paling fatal adalah ditundanya UN di 11 provinsi.

Kejadian ini sungguh terlalu. Bagaimana bisa, hajatan tahunan ini bisa tidak terkoordinir dengan baik.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan langsung menuding PT Ghalia Indonesia Printing yang diberi otoritas mencetak soal Ujian Nasional 2012/2013 sebagai pihak yang bertanggung jawab. Perusahaan itu dianggap lalai karena lebih mengutamakan pencetakan daripada packing.

Sehingga, saat UN tiba soal-soal tidak dapat didistribusikan. 11 Provinsi tak bisa melaksanakan UN pada 15 April dan harus menunggu pekan depan. Soal ditundanya UN hanya salah satu karut marut UN. Bagaimana yang melaksanakan UN tepat waktu? Informasi dari berbagai daerah, pelaksanaan UN juga ditemukan banyak masalah. Berikut informasinya:

1. Soal UN tertukar

Pemerintah sepertinya gagap dalam menghadapi pelaksanaan UN tahun ini. Padahal, UN sudah ada sejak dulu. Tapi toh persoalan selalu berulang tiap tahun.

Seperti kasus yang terjadi di Sumatera Barat. Ada dua sekolah yakni SMA Negeri 1 Batangkapas dan SMA Negeri Pancung Soal. Di SMA Negeri Batangkapas, pengawas menemukan soal ujian bidang studi Bahasa Indonesia tidak sesuai dengan tulisan pada sampul.

Di mana, pada sampul yang bertuliskan Bahasa Indonesia pada jam ujian itu, ternyata setelah sampulnya dibuka, pengawas ruangan menemukan soal ujian yang akan dibagikan ke peserta ujian berisikan soal Bahasa Inggris. Akibatnya sekolah tersebut mengalami kekurangan soal Bahasa Indonesia.

Akhirnya, UN bidang studi Bahasa Indonesia ditunda beberapa jam akibat kesalahan ini. Karena soal ujian tidak cocok dengan isi. Sedangkan soal UN Bahasa Inggris yang ada dalam sampul setelah terbuka tersebut langsung diamankan oleh petugas keamanan dan Tim Pemantau Independen yang ada di sekolah itu untuk menjaga kerahasiaannya.

2. Kertas mudah sobek

Kali ini soal kualitas kertas soal UN. Banyak yang mengeluhkan kertasnya mudah sobek. Banyak para siswa mengeluhkan tipisnya kertas jawaban.

Keluhan disampikan oleh para siswa di Kabupaten Kubu Raya. "Bukan hanya saya yang mengeluh. Teman-teman yang lain juga sama," kata Dara Agusti Maulidia salah seorang peserta UN tahun 2013, di Sungai Raya, Senin (15/4).

Dia mengatakan, tipisnya kertas lembar jawaban tersebut menyebabkan jika lembar jawaban telah diisi dan ingin dihapus dikhawatirkan rusak. "Tadi kawan saya bilang dia waktu menghapus jawaban, kertasnya rusak, sehingga kami jadi takur untuk memperbaiki jawaban yang dinilai salah, karena kalau rusak berdampak fatal, yakni tidak bisa terbaca oleh komputer," ujarnya.

3. Siswa tak tahu ada penundaan

Rupanya, penundaan UN di 11 provinsi tidak semua peserta mengetahui. Banyak pula peserta ujian yang tak tau UN diundur.

Seperti sebagian siswa di Samarinda, Kalimantan Timur. Para siswa ini banyak datang ke sekolah. Mereka tidak diberitahu oleh pihak sekolah jika UN diundur. "Kemungkinan memang ada peserta yang belum mengetahui adanya penundaan UN tetapi itu hanya sebagian kecil saja dan pada umumnya sudah tahu jika pelaksanaan UN ditunda hingga Kamis (18/4)," ungkap Kepala Dinas Pendidikan Kota Samarinda, Ibnu Araby, Senin (16/4).

Dinas Pendidikan Kota Samarinda kata Ibnu Araby menerima surat resmi penundaan tersebut pada Minggu (14/4) malam. ? "Kami terima pemberitahuan penundaan itu pada Minggu (14/4) kemudian langsung menyampaikan ke semua kepala sekolah penyelenggara UN. Pihak sekolah tentunya memiliki koneksi kepada siswanya baik melalui telepon genggam, jejaring sosial maupun alat komunikasi lainnya untuk menyampaikan penundaan itu," katanya.

4. Pakai soal fotokopi

Bukan hanya soal kualitas kertas rendah atau soal tertukar, tapi ini soal ujian sampai kurang. Kok bisa.

Kasus ini terjadi di MAN 2 Kota Bukittinggi. Sebanyak 70 siswa terpaksa menggunakan soal hasil fotokopi karena soal yang asli habis. ? Menurut Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bukittinggi Yuen Karnova, fotokopi soal UN yang kurang tersebut dilakukan di sekolah dengan pengawalan polisi serta disaksikan pengawas dari unsur mahasiswa.

Akibat kekurangan soal itu, UN di MAN 2 terpaksa diundur selama 1 jam dari jadwal semestinya. Harusnya dimulai pukul 07.30 WIB menjadi pukul 08.30 WIB. "Meski ada kekurangan soal serta pengunduran jam ujian namun pelaksanaan UN tetap berjalan lancar," kata dia.

5. Soal tertukar, UN telat 2 jam

Di SMAN 1 Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, pelaksanaan UN hampir molor dua jam gara-gara soal ujian tertukar. Soal UN Bahasa Indonesia untuk kelas IPS tertukar dengan kelas IPA.

Wali kelas XII IPS SMAN 1 Singaparna, Toto T Khoeriyah, mengatakan ada 20 siswa kelas IPS ruang UN 13 yang mengalami keterlambatan dalam pelaksanaan ujian. "Kalau soal di kelas lain semua sudah dibagikan, pukul 07.30 WIB, hanya di ruangan 13 saja yang belum karena soalnya bukan untuk IPS tapi untuk IPA," kata Toto, Senin (15/4).

Akibat tertukarnya soal UN, pelaksanaan UN dalam satu ruangan tersebut terpaksa ditunda, menunggu penggantian soal ujian yang diambil dari soal cadangan dibeberapa sekolah di Tasikmalaya. Selama menunggu, sejumlah siswa tampak diam, bahkan ada yang menangis hingga UN di kelas IPS ruang UN 13 tersebut dilaksanakan sekitar pukul 09.30 WIB. "Dengan kejadian ini, ada siswi yang menangis, mungkin takut ketinggalan ujian," kata Toto.

Gempa berkekuatan 5,5 Skala Richter (SR) menggoyang wilayah Lampung Selatan. Gempa tersebut terjadi sekitar pukul 18.26 WIB.

Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Selasa (16/4) pusat gempa berada di titik 6.30 Lintang Selatan dan 104.80 Bujur Timur. Pusat gempa berada di kedalaman 19 Km.

Belum diketahui apakah gempa tersebut menimbulkan korban jiwa. Hingga saat ini belum ada laporan adanya kerusakan akibat gempa ini.

Sebanyak 1.136 preman diamankan jajaran Polda Sumut dalam sepekan, 7-14 April 2013. Dari jumlah itu, 98 orang sudah ditetapkan sebagai tersangka atas sejumlah kejahatan yang mereka lakukan.

"Ke-98 orang diproses karena melakukan tindak kriminalitas. Sisanya didata dan dilakukan pembinaan kemudian dipulangkan," ucap Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol R Heru Prakoso di Mapolda Sumut, Selasa (16/4) siang.

Razia preman yang dilakukan 18 polres di jajaran Polda Sumut ini masih berlangsung. Operasi ini akan terus digelar untuk menekan aksi kriminalitas dan aktivitas yang meresahkan masyarakat.

Heru memaparkan, seluruh Polres di jajaran Polda Sumut juga akan kembali mengaktifkan Tim Pemburu Preman (TPP). Mereka akan melakukan patroli untuk bertindak tegas terhadap preman yang meresahkan.

Kelakuan Anggota Komisi A DPRD Sampang, Madura, Jawa Timur, M Hasan Ahmad alias Ihsan, tidak pantas ditiru. Tak kuasa menahan syahwat, Ihsan meniduri 9 anak baru gede yang dipesannya dari dua mucikari.

Perbuatan bejat Ihsan terbongkar setelah polisi menangkap Dea Ayu alias Lia (20) dan Dini Rahmawati alias Ira (22). Keduanya merupakan penyedia gadis-gadis di bawah umur untuk diperjualbelikan kepada lelaki hidung belang.

Setiap kali kencan, politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu membayar Rp 2 juta. Paling ironis adalah, tiga korban ternyata masih di bawah umur. Kini, ketiganya masih duduk di bangku kelas 2 SMP.

Polisi menangkap Ihsan di Hotel Pitstop, Surabaya ketika tengah asyik bersama dua orang gadis di bawah umur. Polisi masih terus mengembangkan kasus ini, diduga kuat masih ada korban dari politikus maniak tersebut.

Ihsan dijerat dengan Pasal 81, 82 UU No 23 tahun 2002, tentang Perlindungan Anak dan Pasal 2 jo 17 UU No 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

1. 9 Wanita dinikahi agar hubungan intim halal

Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Hilman Thayib mengatakan, setelah M Hasan Ahmad alias Ihsan (44) mendapatkan gadis yang diinginkan, dia langsung menikahinya secara siri. Hal itu dilakukan agar hubungan intim halal.

"Sebelum melakukan persetubuhan, pelaku mengajak korban untuk menikahi siri terlebih dahulu, dengan alasan agar hubungan intim yang mereka lakukan halal dan tidak berdosa," kata Hilman.

2. Nikah siri di mobil disaksikan penghulu

M Hasan Ahmad alias Ihsan (44), selalu menikahi siri sembilan wanita muda sebelum ditiduri, agar hubungan intim tidak berdosa. Pernikahan singkat dilakukan di mobil dengan disaksikan penghulu.

"Nikah siri saya lakukan di dalam mobil, dengan mengundang seorang penghulu dan dua saksi," kata Ihsan enggan menyebut nama penghulu dan dua saksinya itu, Senin (15/4).

Usai melakukan nikah siri di dalam mobil, Ihsan kemudian mengajak korbannya ke hotel untuk melakukan hubungan suami istri.

3. Pesan 9 ABG dari dua mucikari

Kasus cabul anggota DPRD Sampang, Madura, terbongkar ketika polisi tengah membidik kasus trafficking yang dilakukan oleh Dea Ayu alias Lia (20) dan Dini Rahmawati alias Ira (22). Keduanya merupakan penyedia gadis-gadis di bawah umur untuk diperjualbelikan kepada lelaki hidung belang.

Dari pengembangannya, polisi berhasil mengamankan Ihsan, anggota Komisi A DPRD Sampang. Setelah diselidiki ternyata Ihsan adalah pelanggan tetap, dan sudah menyewa 9 anak baru gede (ABG).

"Untuk pelaku pria (Ihsan), dalam kesehariannya berprofesi sebagai anggota DPRD di Kabupaten Sampang, Madura. Dia mengaku sudah beberapa kali melakukan praktik ini," terang Hilman Thayib di Mapolda Jawa Timur.

4. Usai hubungan intim korban diberi Rp 2 juta

Setelah melakukan hubungan layaknya suami istri, Anggota Komisi A DPRD Sampang, Madura, Jawa Timur, M Hasan Ahmad alias Ihsan (44) memberi uang Rp 2 juta kepada korban. Ihsan kini berurusan dengan polisi karena diduga terlibat kasus pencabulan anak di bawah umur.

"Usai melakukan hubungan suami istri itu, tersangka memberi uang Rp 2 juta kepada korbannya," kata Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Hilman Thayib.

5. 3 Wanita masih di bawah umur

Tiga korban ternyata masih di bawah umur, yaitu sekitar 16 tahun dan masih sekolah. Tiga korban yakni ASR, NTC dan SDH. Ketiganya masih duduk di bangku kelas 2 SMP.

6. 9 ABG ditiduri di hotel

Ada tiga hotel di Surabaya yang kerap didatangi Anggota Komisi A DPRD Sampang, Madura, Jawa Timur, M Hasan Ahmad alias Ihsan. Tiga hotel itu di antaranya, Hotel Pitstot di Jalan Semut Baru, Surabaya. Dan di hotel inilah Ihsan ditangkap polisi bersama dua perempuan.

Selanjutnya, Hotel V3 di daerah Surabaya Utara, juga menjadi jujukan Ihsan untuk melampiaskan syahwatnya kepada gadis-gadis muda yang diinginkannya. Selain dua hotel itu, Ihsan juga sempat mendatangi Hotel Pasar Besar di Jalan Pasar Besar Surabaya.

"Untuk sementara, tiga hotel ini yang kami ketahui kerap didatangi tersangka saat melakukan hubungan intim dengan gadis-gadis yang disediakan dua perempuan yang ikut kami amankan bersama tersangka," kata Kanit Jatanum Polrestabes Surabaya, Iptu M Solihin Ferri, Senin (15/4).

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut, Surya Perdana, diteror melalui pesan SMS. Peneror menyatakan sudah meletakkan bom di rumah Surya yang beralamat di Taman Setia Budi 2 No 49, Medan.

SMS berisi ancaman itu dilaporkan ke Polresta Medan, Selasa (16/4) siang. "Tidak tahu motifnya apa, tapi ancaman sudah terjadi sejak dua hari yang lalu. Baru dilaporkan tadi," kata Kasat Reskrim Polresta Medan Kompol M Yorris Marzuki, Selasa (16/4).

Surya Perdana sendiri belum bisa dihubungi. Dia dikabarkan masih berada di pesawat dari Jakarta menuju Medan.

Rumah Surya dalam posisi terkunci dan pagarnya digembok. Untuk mengantisipasi hal yang tak diinginkan, polisi sudah melakukan pengamanan di kawasan itu. Sejumlah personel Gegana Brimob Polda Sumut berjaga di sana. Mereka didukung mobil penjinak bom.

"Kita sudah melakukan sterilisasi lingkungan karena pemilik rumah tidak berada di rumah," kata Kepala Detasemen Gegana Brimob Polda Sumut Kompol Irwan Jaya.

Dia mengaku belum bisa memastikan asal ancaman bom itu. Kata dia, penyelidikan akan dilakukan pihak Polresta Medan.

Sementara itu, polisi sudah berupaya menghubungi nomor telepon yang digunakan untuk mengirim SMS teror. Namun, nomor itu tidak lagi aktif.

Setelah menyemburkan abu vulkanik pada pertengahan Maret lalu, Gunung Lokon di Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara kembali meletus, Minggu, 14 April 2013 pukul 09.00 WITA.

Disampaikan Ketua Pos Pemantau Gunung Lokon, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Farid Bina, saat Lokon menggeliat terdengar dentuman keras. Getaran bahkan dirasakan hingga 5 kilometer atau di sekitar pos pemantau.

"Mengeluarkan asap abu kelabu tebal, ketinggian asap capai 4 kilometer," kata Farid.

Hingga siang ini, Gunung Lokon dengan ketinggian 1.580 meter itu masih dalam status waspada pada level III.

Rekomendasi PVMBG kepada pemerintah Provinsi Sulut dan Pemerintah Kota Tomohon, adalah meminta agar warga tidak melakukan aktivitas apa pun pada zona larangan yang ditetapkan.

"Radius 2,5 kilometer dari pusat kegiatan Gunung Lokon, yakni Kawah Tompaluan, warga dilarang beraktivitas," ujar Farid.

Meski adanya letusan gunung di kota itu, pantauan VIVAnews hingga siang ini, warga kota Tomohon masih beraktivitas dengan normal.

Warga yang berdomisili di sekitar Gunung Lokon di antaranya masyarakat Desa Kaskasen, telah menganggap fenomena itu sudah biasa, meski harus merasakan debu yang berasal dari gunung tersebut.

Seluruh kru pesawat Lion Air JT-904 yang mengalami kecelakaan sore kemarin, Sabtu 13 April 2013, dilarang terbang selama dua minggu ke depan.

“Pilot dan kru, semua kami grounded (larang terbang). Standarnya dua minggu,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Herry Bakti, dalam konferensi pers di kantor Emergency Operation Centre Bandara Ngurah Rai, Bali, Minggu 14 April 2013.

Herry mengatakan, seluruh kru JT-904 akan menjalani pelatihan ulang. Namun training ulang ini tidak menjamin para kru itu dapat terbang kembali seperti sedia kala. “Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk pelatihan ulang, itu diputuskan nanti,” ujar Herry.

Ia mengatakan, larangan terbang bagi kru pesawat yang mengalami kecelakaan dalam rangka memperlancar proses investigasi yang kini tengah berlangsung. Dalam penyelidikan ini, para kru terkait juga akan menjalani tes narkoba yang dilakukan kepolisian.

Sampai saat ini belum diketahui persis apa penyebab Lion Air JT-904 tercebur ke laut saat hendak mendarat di Bandara Ngurah Rai, Bali. Penumpang mengatakan, sama sekali tak ada tanda-tanda pesawat akan celaka. Seluruh penumpang sudah bersiap untuk mendarat, namun tiba-tiba gelap dan terdengar ledakan.

Lion Air JT-904 tak pernah mencapai landasan Bandara Ngurah Rai, namun jatuh ke laut hanya beberapa meter sebelum mencapai landasan. Bangkai pesawat kini dalam proses evakuasi.

Pengamat penerbangan, Ruth Hanna Simatupang, melihat masih lemahnya Safety Management System (SMS) dan monitoring, menambah daftar panjang jumlah kecelakaan di pesawat Indonesia.

"Ini akan terus terjadi, terus bergilir sebab faktor monitoring di maskapai Indonesia belum sepenuhnya berjalan," kata Ruth kepada VIVAnews.

Menurutnya, tak hanya dari sisi monitoring yang belum transparan, pemerintah harusnya juga menjelaskan pentingnya melakukan pengecekan keamanan pesawat sebelum melakukan penerbangan.

"Misalnya untuk ban pesawat, kalau sudah waktunya diganti ya diganti, jangan hanya mementingan provit," ujarnya

Ruth menilai, tidak ada yang sulit untuk menerapkan Safety Management System (SMS), sebab hal tersebut sudah menjadi prosedur dasar yang harus dilakukan setiap maskapai penerbangan.

Namun untuk mendukung berjalan sebuah sistem, lanjutnya, diperlukan peran serta dan dari pemerintah, hal ini untuk memastikan apakah sistem tersebut sudah berjalan dengan benar.

"Kuncinya di keamanan sendiri, dan buktinya negara yang melakukan hal tersebut dengan benar, angka kecelakaan jauh bisa di tekan, misalnya di negara Australia dan Singapura," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, Pesawat Lion Air dengan rute penerbangan Bandung- Denpasar jatuh ke laut dekat Bandara Ngurah Rai, Bali. Menurut keterangan Direktur Umum PT Lion Air, Edward Sirait, tidak ada maslaah cuaca terkait kecelakaan ini.

Ia pun mengatakan, akan segera membuka posko sebagai info untuk para keluarga korban yang ingin mengetahui informasi kecelakaan ini secara pasti.

Seperti diketahui dalam kecelakan pesawat Lion Air, terdapat total penumpang berjumlah 101. Kecelakaan terjadi sekitar pukul 15:35 WITA. Dan saat ini posko untuk mengetahui informasi soal kecelakaan sudah mulai dibuka kantor Lion Air, Jalan Gajah Mada No.7 , Jakarta.


Sebuah mortir aktif mirip peluru ditemukan oleh pekerja yang sedang menggali tanah dalam proyek pembangunan GTU PT Persada Utama Gemilang di jalan TB. Simatupang RT.10/01, Cilandak Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Kapolsek Metro Pasar Minggu, Komisaris Adri Desas Furyanto mengatakan, penemuan mortir terjadi Sabtu 13 April 2013 sekitar pukul 13.30 WIB. Petugas Gegana Polda Metro Jaya yang tiba di lokasi langsung mengamankan benda tersebut.

"Untuk jenis dan merk belum diketahui, sambil menunggu hasil puslabfor Gegana Polda Metro. Ukuran panjang kurang lebih 40 cm diameter 10 cm yang di perkirakan masih aktif," ujar Adri kepada VIVAnews.

Adri menjelaskan, pertama kali mortir ditemukan oleh saksi Sonhaji Suryanto, seorang buruh bangunan yang sedang menggali tanah di areal proyek tersebut. Berdasarkan keterangan saksi, saat itu dirinya bersama dengan teman lainnya tiba- tiba melihat mortir merosot dari dalam tanah yang sedang di gali.

Karena saksi tidak mengerti benda apa yang ditemukan, kemudian dia bersama dengan temannya yang bernama Bahrudin memindahkan barang tersebut ke atas.

"Saksi curiga karena bentuknya mirip dengan peluru lalu saksi langsung menghubungi Pak Agung selaku Mandor Proyek dan kemudian langsung di laporkan ke Polsek," kata Adri.

Sekitar pukul 15.00 WIB petugas mendatangi TKP dan selanjutnya kordinasi dengan tim Iden Selatan dan tim Gegana Polda Metro Jaya melakukan olah Kejadian Tempat Perkara. "Barang bukti Proyektil Mortir di bawa tim Gegana PMJ guna dilakukan observasi," ujarnya.

Pesawat Lion Air yang jatuh di laut dekat Bandara Ngurah Rai, Bali, akan dievakuasi hari ini, Minggu 14 April 2013. Saat ini kondisi Boeing 737-800 tersebut masih teronggok seperti kemarin. Namun bangkai pesawat telah dipasangi garis polisi.

Bangkai pesawat Lion yang jatuh kemarin Sabtu, 13 April 2013, pukul 15.20 WITA itu dijaga personel TNI Angkatan Udara. Pesawat nahas yang membawa 101 penumpang dan 7 kru pesawat itu akan ditarik lebih dahulu ke pinggir.

“Ditarik dulu ke pinggir, baru akan dipotong-potong,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Herry Bhakti, Minggu 14 April 2013. Pesawat harus ditarik lebih dulu ke pinggir karena lokasi jatuhnya merupakan areal berbahaya.

Seperti tampak di berbagai foto jatuhnya Lion Air, sisi pinggir pesawat penuh dengan karang. Lion Air tercebur ke laut hanya beberapa meter sebelum landasan pacu Bandara Ngurah Rai. Beberapa unit kendaraan saat ini bersiaga di lokasi, seperti kendaraan tim SAR TNI dan Brimob Polda Bali.

Sampai saat ini belum diketahui penyebab terjadinya kecelakaan itu. Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) baru tiba di Bali pagi ini dan langsung menggelar rapat koordinasi terkait investigasi kecelakaan. Seluruh penumpang pesawat yang berjumlah 101 orang selamat dalam insiden tersebut.

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) masih mencari bagian kotak hitam yang belum ditemukan. Namun KNKT tidak menjelaskan secara rinci bagian mana dari kotak hitam itu yang belum ditemukan.

“Untuk menemukan bagian yang belum ditemukan itu, akan dikerahkan tim penyelam,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Herry Bhakti, saat meninjau bangkai pesawat Lion Air, Minggu 14 April 2013.

Herry mengatakan, salah satu bagian lain dari kotak hitam itu sebelumnya telah diangkat dan diamankan. Namun masih ada bagian lain yang belum ditemukan.

Kini lokasi jatuhnya pesawat Lion Air tampak dijaga ketat oleh tim TNI Angkatan Udara. Nelayan yang hendak melaut tetap diperbolehkan, namun dilarang untuk mendekati bangkai pesawat.

Sementara itu, warga yang penasaran ingin melihat pesawat Lion yang terbelah dua itu berbondong-bondong menuju ke sana. Meeka memanjat krib atau konstruksi pemecah ombak. Namun mereka dihalangi mendekat ke pesawat karena penyelidikan masih dilakukan KNKT.

Pesawat itu nantinya akan dipotong-potong menjadi beberapa bagian agar lebih mudah diangkut dalam proses evakuasi. “Pesawat akan ditarik dulu ke pinggir, baru dipotong-potong,” kata Herry. Pesawat tidak bisa dipotong seketika di lokasi dia terjatuh karena itu merupakan area berbahaya.

Irawati (60), korban luka kecelakaan pesawat Lion Air di dekat Bandara Ngurah Rai, Bali, sempat mendengar ledakan sebelum burung besi itu jatuh di laut. Ledakan terjadi dua kali.

"Saat itu sudah mau landing, tiba-tiba ruangan dalam pesawat gelap dan kemudian sempat terdengar ledakan dan air masuk," kata Irawati di RS Kasih ibu, Denpasar, Minggu (14/4).

Irawati, yang mengalami patah leher itu, tidak mengetahui apakah ledakan itu berasal dari bunyi patahan pesawat atau dari sumber lain.

"Saya tidak tahu dari mana, karena saya setelah itu langsung pingsan," ujar Irawati yang mengenakan penyangga leher.

Dia menceritakan, sebelum pesawat mendarat, memang ada pemberitahuan dari awak pesawat. "Tapi tidak ada pengumuman emergency," ujarnya.

Setelah siuman dari pingsan, Irawati mengatakan langsung keluar dengan membawa pelampung.

"Saat berenang, saya sempat tenggelam karena pelampung terlepas. Kemudian saya ditolong petugas dan dibawa ke landasan dengan papan surfing kemudian dilarikan ke rumah sakit," kata dia.

Rangga Adi Permana (6) meninggal dunia akibat tertimpa tembok di halaman sekolahnya di Taman Kanak-Kanak Al-Bayyini di Kampung Dukuh RT 3 RW 3, Kelurahan Sudimara Selatan, Cileduk, Kota Tangerang, Jumat kemarin. Selain Adi, Aldi Malik (6) harus dirawat di RSU Bhakti Asih Cileduk akibat kejadian tersebut.

Dikutip dari situs Humas Polda Metro Jaya, Sabtu (13/4), peristiwa terjadi saat jam istirahat. Saat itu, murid-murid TK tersebut sedang bermain di halaman sekolah.

Rangga dan Aldi lalu memanjat tembok sekolah. Bergelayut-gelayut di tembok. Kemudian tembok tersebut roboh dan menimpa keduanya.

Kedua korban sempat dibawa ke RSU Bhakti Asih. Sayang sampai di RS itu, nyawa Rangga sudah tidak bisa diselamatkan sedangkan Aldi kini masih menjalani perawatan di rumah sakit tersebut.

Kini aparat Polsek Metro Cileduk tengah meminta keterangan Dian (38) pemilik TK tersebut.
Copyright © 2010 - 2014. Demo - All Rights Reserved
Hosting by : Blogger - Nazuka.net
Template inspired by detikcom
Editing by TAMORANETWORK