Situs Akan di Alihkan ke BLOG.TAMORANEWS.COM, Space Iklan Murah Email to : admin[at]tamoranews.com or 235FD217.

Dalam tiga bulan pertama tahun 2013, PT Ciputra Development Tbk (CTRA) telah berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp 1.34 Triliun, atau naik hingga 143 persen dibandingkan dengan kuartal I 2012 yaitu Rp 552 Miliar. Hal ini terutama disebabkan oleh kenaikan pendapatan residensial sebesar 97 persen yaitu Rp 482 Miliar dari tahun sebelumnya sebesar Rp 244 Miliar

"Secara total, pendapatan kuartal I sebesar Rp 1.34 Triliun telah mencapai 22 persen dari target pendapatan tahunan sebesar Rp 6.03 Triliun," demikian surat elektronik yang diterima Kompas, Selasa (30/4/2013) sore.

Pendapatan residensial dan komersial masing-masing sebesar Rp 1.18 Triliun dan Rp 164 Miliar telah mencapai 22 persen dan 20 persen dari target tahunan, masing-masing sebesar Rp 5.23 Triliundan Rp 799 Miliar. seiring dengan kenaikan pendapatan.Laba bersih perusahaan naik 159 persen dari Rp 83 Miliar menjadi Rp 216 Miliar Laba bersih pada kuartal I tercatat sebesar Rp 216 M telah mencapai 21 persen dari target tahun 2013 sebesar Rp 1 Triliun

Tahun 2013 kembali menjadi tahun optimis bagi CTRA dengan target marketing sales meningkat menjadi Rp 10.1 Triliun dan marketing sales 3 bulan pertama tahun ini sebesar Rp 2.8 Triliun yang meningkat 86 persen dari tahun sebelumnya Rp 1.5 Triliun.

Ciputra Development meluncurkan total 13 proyek baru untuk mencapai target tahun 2013 dengan proyek yang akan di luncurkan antara lain CitraGrand Galesong City Gowa, CitraGarden Bumi Mutiara Wanayasa (BMW) Cilegon, CitraLake Sawangan Depok, CitraGarden Pontianak, CitraMitra City Banjar Baru, CitraCity Balikpapan, CitraLand Cirebon, CitraLand Megah Batam, CitraLand Mutiara Surabaya CitraLand, The Suites Ciputra World Jakarta, serta 2 proyek yang telah diluncurkan di awal tahun yaitu Bukit Semarang Baru (BSB) City Semarang dan Citraland Bagya City (CLBC) Medan.

CitraLand Bukit Semarang Baru (BSB) City Semarang merupakan pengembangan skala kota seluas 100 hektar, dengan potensi untuk pengembangan lebih lanjut menjadi hampir 1.000 hektar. CitraLand BSB City mengusung konsep hijau dengan dua buah danau yang nantinya akan berfungsi sebagai tempat rekreasi dan juga oase dari kehidupan kota yang sibuk. Selain itu, perumahan ini terletak diantara kawasan berbukit, dimana bukit-bukit serta hutan yang ada akan dipertahankan, sehingga kawasan tetap terlihat asri dan pasokan udara bersih akan tetap terjaga.

Citraland Bagya City (CLBC) Medan akan menjadi kota baru bertaraf internasional dengan berbagai fasilitas perkotaan yang integratif. Kawasan ini juga akan berbasis ekonomi kreatif yang entrepreneurial, serta membentuk komunitas masyarakat yang berbudaya dengan standar kehidupan kelas dunia dengan total luasan terbesar di kota Medan yaitu 211 ha.

CLBC menjadi kawasan terintegrasi yang terdiri dari kawasan hunian, kawasan perdagangan dan perkantoran, pusat perbelanjaan, pasar modern, hotel, apartemen, sekolah, universitas, rumah sakit, water park, serta kawasan hijau dan danau-danau.

Pada tahun ini perusahaan juga merencanakan akan membuka proyek prestisiusnya Ciputra World Jakarta 1 dengan lokasi prima di Jl. Prof. Dr. Satrio Kav 3-5, Kuningan yang terdiri dari Gedung Perkantoran 40 lantai, pusat perbelanjaan 6 lantai dengan nama Lotte Shopping Avenue (LOVE) serta disusul dengan pembukaan Hotel, Apartemen dan Pusat Kesenian Ciputra Artpreneur Center seluas 10.00 m2 yang terdiri dari Museum Seni, Galeri Eksibisi, Teater Standar Internasional, Ruang Serba Guna, serta fasilitas lainnya.
Delegasi Dana Moneter Internasional (IMF) akan menyambangi Mesir pada Rabu mendatang untuk membicarakan rencana pinjaman sebesar US$4,8 miliar (Rp46,6 triliun). Dana pinjaman ini berguna bagi Mesir untuk mengurangi dampak buruk krisis ekonomi.


Menurut kantor berita Reuters, 31 Maret 2013, kesepakatan awal peminjaman IMF berlangsung pada November tahun lalu namun tertunda ratifikasinya pada Desember karena kerusuhan di negara tersebut. Cadangan devisa negara juga anjlok ke tingkat kritis, mengancam daya beli gandum dan bahan bakar Mesir.

Masood Ahmed, direktur IMF Timur Tengah dan Asia Tengah yang mengunjungi negara itu pada 17 Maret lalu mengatakan bahwa lembaganya akan berunding dengan Mesir soal bantuan dana. Salah satu yang menjadi persyaratan utang IMF adalah Mesir harus memberlakukan pengetatan anggaran dan penghematan besar-besaran.

Disinyalir, langkah penghematan oleh pemerintah akan semakin membuat citra Presiden Mohamed Mursi buruk di mata rakyatnya. Pasca revolusi dua tahun lalu, Mesir tengah melalui masa transisi yang masih labil dan mudah goyah, ini yang membuat perekonomiannya semakin terpuruk.

Mata uang Mesir turun hingga sembilan persen terhadap dolar sejak tahun lalu. Hal ini membuat subsidi bahan bakar pemerintah menurun, berimbas pada lumpuhnya sektor transportasi.

Kurangi Subsidi

Pemerintahan Mursi mengambil langkah tegas dengan mengurangi ketergantungan pada subsidi. Tahun lalu, pemerintah Mesir menghapuskan subsisi bahan bakar jenis 95-oktan, dan meningkatkan harga bahan bakar bulan lalu.

Kisruh dan bentrok yang masih sering terjadi juga membuat wisatawan enggan datang. Padahal, sektor pariwisata penyumbang kesepuluh pada GDP Mesir sebelum revolusi.

Juru bicara pemerintah, Alaa El Hadidi, mengatakan jumlah wisawatan meningkat 12 persen menjadi 845.000 tahun ini dibanding tahun lalu. Namun ini masih belum cukup. Namun ini belum cukup untuk mendongkrak perekonomian Mesir.

Utang IMF dianggap sangat vital untuk mengembalikan kepercayaan investor, sekaligus kepercayaan negara-negara pemberi utang bagi Mesir.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa, menyatakan, salah satu penyebab meroketnya harga bawang putih di pasar tradisional adalah adanya pembatasan impor hortikultura. Petani baru bisa menyuplai5 persen kebutuhan bawang Indonesia.


"Saya sudah minta mentan dan mendag untuk meninjau ulang dan memperbaiki peraturan yang berkaitan dengan bawang putih agar suplainya cukup," kata Hatta Rajasa di Jakarta, Rabu 13 Maret 2013.

Hatta menjelaskan, pembatasan impor bawang putih yang dilakukan saat ini kurang tepat, karena petani baru sanggup menyuplai 5 persen kebutuhan bawang Indonesia. Iklim Indonesia saat ini membuat produksi bawang putih anjlok.

Hatta menjelaskan, khusus komoditas bawang putih, keran impor untuk memenuhi pasokan dalam negeri saat ini dibutuhkan. Ia meminta menteri pertanian untuk merekomendasikan kepada menteri perdagangan agar segera dibuka untuk impor bawang.

Mahalnya harga bawang, dia menjelaskan, memberikan tekanan inflasi yang besar, hingga 0,17-0,21 persen dari inflasi Februari sebesar 0,75 persen. "Inflasi akibat harga bawang sangat tidak wajar," katanya.

Pemerintah, Hatta melanjutkan, sangat mencermati permasalahan ini. Pemerintah secara perlahan membatasi impor hortikultura agar petani Indonesia dapat diberdayakan untuk swasembada. Langkah ini diambil untuk menjaga perekonomian nasional.

"Supply and demand tetap harus dijaga, karena tugas kita juga untuk menjaga inflasi. Jangan sampai daya beli masyarakat tergerus, karena inflasi yang tinggi," katanya.
Demonstrasi para petani tembakau terus bergulir di sejumlah wilayah. Mereka menuntut pencabutan Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 dan segera mengesahkan undang-undang pertembakauan yang berkedaulatan dan berkeadilan.


Ratusan petani Lumajang, Jawa Timur, yang tergabung dalam Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) beserta Koalisi Nasional Penyelamatan Kretek (KNPK), misalnya, akan menggelar aksi di Kantor Bupati Lumajang, Kamis 14 Maret 2013. “Kami masih menuntut pecabutan PP No. 109,” kata Ketua APTI Lumajang, Iteng Ahmad Surowi, kepada VIVAnews, Rabu.

Lalu, mengapa PP No. 109 itu dipermasalahkan?

Koordinator Koalisi Nasional Penyelamatan Kretek, Zulvan Kurniawan, mengatakan, terbitnya PP No. 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan merupakan produk turunan dari UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, terutama pasal 113-116 yang mengatur tentang tembakau. Namun, PP yang seharusnya hanya mengatur persoalan kesehatan, justru mengatur tata niaga tembakau dari hulu sampai hilir. “Ini yang membuat diskriminasi terhadap 30,5 juta masyarakat Indonesia yang bersumber dari tembakau,” katanya.

Zulvan mengatakan, isi PP No. 109 banyak mengadopsi kesepakatan rezim internasional Framework Convention on Tobacco Control (FCTC). Kesepakatan internasional mempunyai agenda mengambil industri rokok nasional di berbagai negara oleh industri rokok asing dan tembakau asing. Berbagai pasal yang dimuat dalam PP antitembakau ini sama sekali tidak melindungi tembakau lokal dan industri rokok kretek lokal.

“Adanya pasal-pasal tentang diversifikasi tembakau justru akan membuat harga tembakau lokal hancur dan pemerintah malah membebaskan bea impor tembakau menjadi 0 persen,” katanya. “Berbagai pasal juga akan membuat industri rokok kretek lokal gulung tikar, karena tidak mampu memenuhi persyaratan yang diminta.”

Salah satu syarat, pada Pasal 10 ayat 1 PP No. 109, setiap orang yang memproduksi produk tembakau berupa rokok harus melakukan pengujian kandungan kadar nikotin dan tar per batang untuk setiap varian yang diproduksi. Kemudian, pasal 11 ayat 1 mengamanatkan pengujian sebagaimana dimaksud dalam pasal 10 dilakukan di laboratorium yang sudah terakreditasi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Para petani dan perusahaan rokok UKM akan keberatan dengan pemberlakuan uji kadar nikotin dan tar. Pengujian itu membutuhkan biaya tidak sedikit.

Implementasi PP No. 109 juga bisa menyebabkan produk tembakau impor membanjir. Sebabnya, tembakau impor lebih bisa memenuhi standardisasi daripada tembakau lokal.
Nasib 3.400 karyawan Batavia Air kini menunggu arahan dari para kurator yang membantu menangani segala urusan dan dampak dari penutupan perusahaan Batavia Air. Tim kurator yang dipilih oleh Pengadilan Niaga Jakarta Pusat akan menangani berbagai dampak, termasuk urusan refund atau endorse tiket para penumpang, kargo, pajak/tax, penyelesaian karyawan Batavia Air, mitra terkait seperti para travel agent, kreditor, dan lain-lain.


Demikian dikatakan Manajer Komunikasi Batavia Air Elly Simanjuntak, Kamis (31/1/2013), di Jakarta. Sebelumnya, dalam keterangan resmi yang diterbitkan Batavia, dikatakan seluruh karyawan kecuali tim khusus diberhentikan per 31 Januari 2013 ini. Menurut Elly, keputusan terkait karyawan merupakan hasil pertemuan antara kurator dan tim pengacara dari Batavia Air.

Batavia Air per hari Kamis ini memang berhenti beroperasi setelah Pengadilan Niaga Jakarta Pusat dalam putusannya No. 77/pailit/2012/PN.NIAGA.JKT.PST tanggal 30 Januari 2013 telah menjatuhkan putusan pailit kepada Batavia Air.

Gugatan pailit ini menyangkut ketertarikan Batavia Air untuk mengambil pesawat jenis pesawat wide body Airbus 330 untuk angkutan penerbangan jemaah haji. Ternyata, tiga tahun berturut-turut Batavia Air tidak mendapatkan proyek haji sehingga terjadi tunggakan-tunggakan pembayaran. ILFC kemudian melayangkan permohonan pailit kepada Batavia Air ke Pengadilan Niaga Jakarta Pusat pada 20 Desember 2012.

Pengadilan Niaga Jakarta Pusat pun telah menunjuk empat kurator, yakni Turman Panggabean, Andra Reinhard Sirait Law Firm Duma & Co, Permata N Daulay Law Firm PN Daulay & Partners, dan Alba Sukma Hadi Sukma & Partners.

Batavia Air didirikan pada 2002 dan berhasil membangun reputasi sebagai maskapai lokal terdepan dengan rekam jejak keselamatan penerbangan yang sangat baik (zero accident). Mengoperasikan armada yang terdiri dari 33 pesawat, Batavia Air pernah secara konsisten mampu meraih pasar yang signifikan dengan melayani 42 rute penerbangan domestik dan rute internasional, di antaranya, Singapura, Jeddah, Riyadh, Kuching, Dili, Guangzhou, dan Hangzhou.
Citibank Indonesia membenarkan adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) pada sekitar 100 karyawannya. Kini, masalah tersebut sedang dalam tahap penyelesaian. Country Corporate Affairs Head Citibank Indonesia Agung Laksamana menjelaskan, langkah PHK tersebut diambil karena menjadi bagian dari restrukturisasi atas hasil proses evaluasi bisnis yang dilakukan perseroan di Indonesia.

"Ini juga dilakukan demi peningkatan produktivitas kami di Indonesia. Ini juga sekaligus memperbaiki strategi bisnisnya," kata Agung kepada Kompas.com di Jakarta, Senin (28/1/2013).


Menurut Agung, Citi secara konsisten melakukan proses evaluasi strategi guna meningkatkan produktivitas bisnis, proses operasional, alokasi sumber daya, serta optimalisasi layanan konsumen di Indonesia. Langkah ini sesuai dengan tujuan strategi bisnis Citibank guna memberikan hasil yang optimal di setiap lini bisnis. Hasil dari evaluasi ini memang diakui memberikan dampak pada sejumlah posisi di bank.

Pihaknya juga telah melakukan beberapa upaya seperti penempatan sejumlah pegawai dengan posisi yang terkena dampak ke posisi lain di bank.

"Namun demikian, tetap tidak dapat dihindari terjadinya pengakhiran kontrak kerja yang diakibatkan oleh adanya posisi yang hilang akibat langkah restrukturisasi ini. Intinya adalah hal ini merupakan bagian dari proses evaluasi bisnis yang kami lakukan demi peningkatan produktivitas Citi di Indonesia," tambahnya.

Imbasnya, pada akhir Februari 2013 ini akan ada dua kantor cabang Citibank yang harus ditutup karena merupakan cabang dengan aktivitas nasabah yang cukup kecil, yaitu Jakarta dan Surabaya. Oleh karena itu, pihaknya mengalokasikan dan memfokuskan pada cabang-cabang dengan aktivitas nasabah yang besar. Oleh karena itu, ada beberapa posisi yang hilang akibat proses restrukturisasi bisnis tersebut.

Sejak awal, Citi telah melakukan berbagai usaha untuk mengalokasikan karyawan yang posisinya hilang ke posisi lain di bank sesuai dengan kapabilitas dan pengalaman mereka. Namun, bagi yang tidak dan mengalami posisi yang hilang kemudian ditawarkan pensiun dini (golden handshake).

Terkait penyelesaian dengan pihak karyawan, pihaknya memastikan bahwa hingga saat ini sudah 99 persen karyawan menerima program restrukturisasi ini (golden handshake program) dengan sangat baik.

Seperti diberitakan, 100 karyawan yang di-PHK mulai dari tingkat pertama hingga kepala bagian yang semuanya pekerja lokal. Saat ini, Citibank memiliki 2.200 tenaga kerja, baik asing maupun lokal.

Pihak karyawan juga tidak menerima bonus dan tunjangan cuti seperti yang dijanjikan walau terikat Perjanjian Kerja Bersama (PKB). Salah satu karyawan, Jauhar, mengaku hanya menerima bonus Rp 2 juta-Rp 3 juta. Padahal, seharusnya minimal satu kali gaji, mulai dari Rp 5 juta sampai Rp 16 juta. Karyawan yang memperoleh bonus secara penuh hanya setingkat direksi, executive vice president (EVP), dan senior vice president (SVP).

Namun, Agung membantah bahwa pihaknya hanya memberikan kompensasi sebesar itu. "Hal tersebut tidak benar," tambahnya.

Pihaknya dapat memastikan bahwa segala sesuatunya dilakukan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku serta ketentuan yang tertera pada perjanjian kerja karyawan. Bahkan Citi memberikan di atas ketentuan tersebut.

Pihaknya juga memastikan bahwa strategi Citi di Indonesia adalah jangka panjang dan Indonesia adalah pasar yang sangat penting bagi Citi. "Bahkan, Indonesia merupakan salah satu dari 16 negara berkembang prioritas di mana kami akan terus melakukan investasi bisnis, investasi pada pegawai, serta investasi pada setiap peluang yang berpotensi pada pertumbuhan bisnis," katanya.
Nilai tukar rupiah akhir-akhir ini cenderung melemah. Pelemahan ini dinilai tidak sesuai dengan kondisi fundamental Indonesia yang positif.

Ekonom pasar uang Farial Anwar menjelaskan, kondisi nilai tukar rupiah terus melemah sejak awal 2012 lalu. Dalam setahun, rupiah terus melemah dari Rp 9.000 menjadi Rp 9.650 per dollar AS. Pada perdagangan kemarin, rupiah bertengger di level Rp 9.680 per dollar AS. Tertinggi, nilai tukar rupiah pernah menembus level Rp 9.775 per dollar AS pada 15 Januari 2013.


"Saya sangat prihatin dengan kondisi nilai tukar rupiah saat ini. Sebenarnya ini terjadi anomali di saat perekonomian Indonesia positif, tetapi rupiah malah terus melemah," kata Farial kepada Kompas.com di Jakarta, Rabu (30/1/2013).

Menurut Farial, penyebab pelemahan rupiah saat ini adalah pertama, permintaan dollar AS yang sangat tinggi di pasar. Namun, permintaan tersebut ternyata tidak diimbangi dengan ketersediaan di pasar.

Otomatis, masyarakat ramai-ramai memburu dollar AS, meski dalam kondisi susah mendapatkannya. Di sisi lain, masyarakat yang sudah memiliki dollar AS cenderung menahan asetnya tersebut dan tidak mau melepas ke pasar. "Jadi, lebih kepada supply yang tidak bisa mengimbangi demand pasar," katanya.

Kedua, Farial menduga adanya isu redenominasi yang cenderung membuat pasar panik. Masyarakat beranggapan bahwa redenominasi ini sama seperti dengan sanering (memotong nilai mata uangnya). Padahal, kondisi tersebut sebenarnya malah sebaliknya. Redenominasi ini hanya penyederhanaan nilai mata uang yang kini masih terlalu besar.

"Namun, pasar sudah panik duluan dan mereka lebih cepat mengamankan aset dollar AS," tambahnya.

Ketiga, neraca perdagangan yang terus defisit. Hal ini dipengaruhi oleh impor migas yang terus membesar. Apalagi harga minyak mentah dunia kali ini semakin melonjak.

Di sisi lain, asumsi makro pemerintah 2013 hanya menganggarkan nilai tukar rupiah sekitar Rp 9.300 per dollar AS. Padahal, nilai tukar rupiah sekarang ini sudah lebih dari itu. "Jika tidak segera ada tindakan, maka defisit anggaran akan semakin membengkak. Imbasnya malah semakin fatal ke perekonomian," jelasnya.
Copyright © 2010 - 2014. Demo - All Rights Reserved
Hosting by : Blogger - Nazuka.net
Template inspired by detikcom
Editing by TAMORANETWORK